
Muhammad Fajri
Yaudah, gitu aja sih.
I'm Never ReadyApa kabar, Sayang? Bagaimana keadaanmu di sana sekarang? Aku tak tahu detail semua tentangmu disana. Namun aku selalu berharap, semoga kamu baik-baik aja, ya.
Mungkin untuk pertama kalinya aku menuliskan surat untukmu, entah apa yang mau aku sampaikan disini. Namun, yang aku tahu, caraku
Mengistimewakanmu melalu tulisan, adalah hal yang paling kamu sukai, bukan? Ya, aku tahu itu.
Melalui surat ini, tak banyak yang ingin aku sampaikan. Aku hanya ingin jaga dirimu baik-baik disana, ya? Kesehatannya dijaga, jangan keseringan tidur terlalu larut, dan pola makannya juga dijaga, jangan kebanyakan minum es apalagi semua hal yang bisa merugikan kesehatanmu.
Maaf atas segala sikapku yang aneh akhir-akhir ini. Sikapku yang seringkali membuatmu marah, membuatmu kecewa, bahkan tak jarang selalu berakhir perdebatan hingga pada akhirnya kita sama-sama saling mendiamkam untuk sama-sama menyeka airmata kita masing-masing.
Maafkan aku yang seringkali membuat malam-malammu terasa panjang.
Tetapi walaupun begitu, aku selalu menyadari kesalahanku meski belum sepenuhnya bisa aku perbaiki. Rasa sesal itu selalu ada, bahkan untuk kehilanganmu, rasanya aku tak pernah memikirkannya, tak pernah siap akan semua itu.
Aku berharap, semoga kau tetap tabah untukku. Maafkan aku belum bisa menjadi seorang lelaki yang kau mau. Dan yang perlu kau ketahui, aku sangat mencintaimu, dan tak akan pernah mau untuk berhenti.
Aku, menyayangimu, Rembulanku....