Design Thinking: Pengertian, Proses Hingga Contoh

Design thinking adalah salah satu pendekatan yang sangat efektif dalam mengatasi masalah kompleks dan merancang solusi yang inovatif. Ia telah menjadi inti dari banyak praktik desain dan inovasi di berbagai sektor. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa itu design thinking, kapan biasanya digunakan, prosesnya, dan memberikan beberapa contoh dan studi kasus untuk memahami konsep ini dengan lebih baik.

Apa Itu Design Thinking?

design thinking adalah

Dilansir dari McKinsey & Company, design thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang sistematis, intuitif, dan berfokus pada pelanggan yang dapat digunakan organisasi untuk merespons lingkungan yang berubah dengan cepat dan untuk menciptakan dampak maksimal. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan solusi yang efektif, relevan, dan inovatif dengan mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang masalah yang dihadapi dan kebutuhan pengguna.

Design thinking menekankan empat pilar utama:

  1. Empati: Memahami pengguna dengan mendengarkan, berempati, dan menggali pandangan mereka.
  2. Pengertian: Memahami masalah dengan mendalam, merinci faktor-faktor yang terlibat, dan mengidentifikasi tantangan yang harus diatasi.
  3. Ideasi: Menciptakan beragam ide dan solusi, mendorong berpikir kreatif, dan menggabungkan berbagai perspektif.
  4. Percobaan: Menguji ide-ide tersebut secara cepat dan terukur, belajar dari hasilnya, dan melakukan perbaikan iteratif.

Kapan Biasanya Digunakan?

Design thinking adalah pendekatan yang serbaguna dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Biasanya digunakan dalam situasi-situasi berikut:

1.      Inovasi Produk

Perusahaan menggunakan pendekatan ini untuk merancang produk atau layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2.      Perbaikan Proses

Organisasi memanfaatkan pendekatan ini untuk mengidentifikasi dan memperbaiki proses bisnis yang tidak efisien atau tidak memuaskan.

3.      Pengembangan Pengalaman Pengguna

Tim desain menggunakan pendekatan ini untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dalam aplikasi, situs web, atau produk digital lainnya.

4.      Penyelesaian Masalah Kompleks

Pendekatan ini berguna dalam menghadapi masalah yang kompleks dan ambigu yang memerlukan pemahaman mendalam dan pemecahan masalah kreatif.

Baca Juga: Apa Itu UI dan UX: Manfaat, Skill dan Peluang Kerja

Proses Design Thinking

proses design thinking

Proses design thinking dapat diuraikan dalam beberapa tahap yang saling terkait, dan seringkali berjalan secara iteratif. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1.      Empati (Empathize)

  1. Menciptakan pemahaman mendalam tentang pengguna, termasuk kebutuhan, tujuan, dan tantangan mereka.
  2. Melakukan wawancara, observasi, dan penelitian untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik.

2.      Pengertian (Define)

  1. Merumuskan masalah dengan jelas berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh.
  2. Menyusun pernyataan tantangan (problem statement) yang akan dipecahkan.

3.      Ideasi (Ideate)

  1. Mengumpulkan tim untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide yang berpotensi.
  2. Menggunakan teknik kreatif seperti brainstorming untuk merangsang pemikiran inovatif.

4.      Percobaan (Prototype)

  1. Membangun prototipe atau model sederhana dari ide-ide terbaik.
  2. Mengujinya dengan pengguna untuk mendapatkan umpan balik yang berharga.
  3. Percobaan (Test):
    • Mengujikan prototipe dengan pengguna dan mengumpulkan data tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan solusi tersebut.
    • Menggunakan umpan balik untuk melakukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.

Contoh Design Thinking dan Studi Kasus

1.      Desain Produk Apple iPhone

  1. Apple menggunakan pendekatan ini untuk menciptakan iPhone, yang merupakan perangkat revolusioner dalam teknologi telepon genggam.
  2. Mereka memahami kebutuhan pengguna untuk perangkat yang intuitif dan mudah digunakan, dan berfokus pada penggabungan teknologi canggih dengan desain yang menarik.

2.      Inovasi Layanan Airbnb

  1. Airbnb menerapkan pendekatan ini untuk merancang platform mereka.
  2. Mereka memahami tantangan dalam menyediakan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi tuan rumah dan tamu, sehingga merumuskan aturan dan sistem kepercayaan yang memungkinkan pertumbuhan bisnis mereka.

3.      Merancang Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

  1. Sebuah rumah sakit menggunakan pendekatan ini untuk meningkatkan pengalaman pasien.
  2. Dengan memahami kebutuhan pasien dan mengidentifikasi masalah dalam perjalanan pasien, rumah sakit mengembangkan solusi seperti aplikasi yang memudahkan pasien mengakses informasi medis mereka dan berkomunikasi dengan staf medis.

Penutup

Itulah penjelasan tentang apa itu design thinking serta proses dan contoh kasusnya. Design thinking adalah pendekatan yang kuat untuk merancang solusi inovatif dan memecahkan masalah kompleks dengan berfokus pada pengguna. Dengan menggabungkan empat pilar utama – empati, pengertian, ideasi, dan percobaan – kita dapat menciptakan solusi yang lebih baik, yang menghasilkan dampak positif dalam berbagai konteks. Dengan contoh-contoh dan studi kasus yang telah kita bahas, kita dapat melihat bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan dalam praktik nyata untuk mencapai inovasi yang berarti.

1,002 tanggapan untuk “Design Thinking: Pengertian, Proses Hingga Contoh”

  1. Avatar click

    You have a real gift for writing. Your posts are always so engaging and full of valuable information. Keep up the great work!nexusnook

  2. Avatar website

    Your passion for the subject matter is evident in every post you write. This was another outstanding article. Thank you for sharing!coinsslot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More from the blog

Apa Itu UI dan UX: Manfaat, Skill dan Peluang Kerja

Di bidang digital marketing dan bisnis, istilah UI dan UX sering digunakan. User interface disebut sebagai UI, dan user experience disebut sebagai UX. Meskipun...